Ketua LBM Kota Bogor: Arahan Rais Aam PBNU Perkuat Semangat Bahtsul Masail Menjawab Persoalan Zaman

Kota Depok– Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Kota Bogor, Ustadz Fathul Wahab, bersama jajaran anggota LBM Kota Bogor mengikuti kegiatan Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pesantren Cendekia Amanah, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fathul Wahab mengaku memperoleh banyak pelajaran dan wawasan berharga, khususnya dari arahan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, saat membuka forum bahtsul masail yang dihadiri para ulama, akademisi, dan pakar dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pesan yang disampaikan Rais Aam PBNU menegaskan bahwa Bahtsul Masail bukan sekadar forum pembahasan hukum Islam, melainkan wadah ikhtiar kolektif para ulama untuk menghadirkan solusi keagamaan yang relevan terhadap perkembangan zaman.
“Adanya ikhtilaf, kita terus bergerak, kita terus berupaya untuk menyelesaikan masail-masail yang ada, musykilat-musykilat yang perlu kita selesaikan,” ujar KH Miftachul Akhyar dalam arahannya.
Bagi Ustadz Fathul Wahab, pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bahwa tradisi Bahtsul Masail yang diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai instrumen menjawab berbagai persoalan umat secara ilmiah, moderat, dan bertanggung jawab.
“Dari arahan Rais Aam PBNU, kami memahami bahwa perbedaan pandangan dalam kajian fikih bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi terbaik bagi masyarakat. Bahtsul Masail mengajarkan kita untuk terus belajar, berdialog, dan mencari kemaslahatan,” ungkapnya.
Selama mengikuti forum tersebut, delegasi LBM Kota Bogor mencermati berbagai pembahasan yang terbagi dalam tiga komisi, yakni Waqi’iyyah, Maudhuiyyah, dan Qanuniyyah.
Beragam isu strategis dibahas, mulai dari hukum cryptocurrency, komersialisasi data genetik, teknologi Neuralink, metodologi i’adah an-nadzar, pajak berkeadilan, hingga berbagai rancangan kebijakan publik yang berkaitan dengan pendidikan dan ketenagakerjaan.
Menurut Ustadz Fathul Wahab, tema-tema yang dibahas menunjukkan bahwa NU terus hadir menjawab tantangan baru yang muncul di tengah masyarakat dengan pendekatan keilmuan yang mendalam dan melibatkan berbagai disiplin ilmu.“Forum ini memberikan pengalaman berharga bagi kami.
Persoalan yang dibahas sangat aktual dan membutuhkan kajian yang komprehensif. Ini menunjukkan bahwa ulama NU tidak hanya berbicara mengenai persoalan klasik, tetapi juga aktif merespons perkembangan teknologi, ekonomi, dan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan umat,” katanya.
Ia berharap pengalaman dan hasil pembahasan yang diperoleh selama mengikuti Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 NU dapat menjadi bekal untuk memperkuat peran LBM Kota Bogor dalam memberikan pendampingan keagamaan serta menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Keikutsertaan LBM Kota Bogor dalam forum nasional tersebut juga menjadi wujud komitmen untuk terus menjaga tradisi intelektual Nahdlatul Ulama, memperkuat budaya musyawarah keilmuan, serta menghadirkan pandangan keagamaan yang moderat, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan