
Ketua RMI PCNU Kota Bogor Ajak Pesantren Maksimalkan Program Digdaya dan AI Fellowship Santri
Kota Bogor – Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) PCNU Kota Bogor, KH. Badru Salam, mengajak seluruh pesantren di Kota Bogor untuk memaksimalkan program Digdaya Pesantren dan AI Fellowship Santri yang diinisiasi RMI PBNU sebagai upaya mendorong transformasi pesantren di era digital.
Ajakan tersebut disampaikan setelah mengikuti Zoom Meeting RMI PBNU Zona 1 yang digelar pada Kamis malam (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas dua program strategis RMI PBNU, yakni penguatan ekosistem data pesantren melalui Digdaya Pesantren dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pesantren melalui AI Fellowship Santri.
“Program ini merupakan peluang besar bagi pesantren untuk berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, saya mengajak seluruh pesantren di Kota Bogor untuk memanfaatkan program Digdaya Pesantren dan AI Fellowship Santri secara maksimal demi kemajuan pesantren,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ketua RMI PBNU KH. Hodri Ariev menjelaskan bahwa Digdaya Pesantren merupakan program pendataan dan verifikasi pesantren yang bertujuan membangun basis data pesantren nasional yang valid, terintegrasi, dan mudah diakses.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran RMI, mulai dari tingkat wilayah, cabang, hingga kecamatan.
Melalui Digdaya Pesantren, setiap pesantren dapat memperbarui data secara mandiri sehingga tercipta ekosistem informasi yang akurat dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan pesantren.
“Ini membutuhkan usaha yang besar. Namun, dengan data yang kuat kita dapat mendorong transformasi pesantren secara lebih terarah,” katanya.
Selain menjadi sarana pendataan, Digdaya Pesantren juga diharapkan menjadi media digital branding pesantren. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengenal profil pesantren secara lebih mudah, sementara berbagai program dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan data yang tersedia.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan