Menyusuri Sejarah NU Kota Bogor Lewat Foto-Foto yang Tak Lekang

Menyusuri Sejarah NU Kota Bogor Lewat Foto-Foto yang Tak Lekang

Di tengah semarak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor, sebuah sudut di Plaza Balai Kota Bogor justru menghadirkan suasana yang hening dan menggetarkan. Bukan karena sepi, melainkan karena pengunjung seakan diajak menahan langkah dan menundukkan ingatan.

Di sanalah, pameran foto sejarah NU Kota Bogor berbicara dengan caranya sendiri.Deretan foto-foto lama terpajang rapi. Sebagian telah memudar warnanya, sebagian lain bertahan dalam hitam putih. Namun justru dari keterbatasan visual itulah, cerita NU Kota Bogor mengalir—jujur, sederhana, dan penuh keteladanan.Salah satu foto yang menyita perhatian menampilkan para pengurus NU Kota Bogor generasi awal.

Para kiai duduk bersila, mengenakan sarung dan peci, dengan wajah-wajah teduh yang memancarkan kewibawaan. Dalam foto itu, tampak Kyai Ilyas, yang dikenal sebagai Ketua NU Kota Bogor pertama, bersama para sesepuh lainnya. Tidak ada mimbar megah, tidak pula atribut berlebihan. Yang ada hanyalah kesungguhan, doa, dan tekad menjaga umat.

Foto itu seakan mengisahkan bagaimana NU Kota Bogor dibangun bukan dari fasilitas, melainkan dari keikhlasan dan keberanian para pendahulu untuk berkhidmah di tengah keterbatasan.Tak jauh dari sana, foto lain menghadirkan potret rapat Muslimat NU Kota Bogor pada masanya.

Sejumlah ibu-ibu Muslimat duduk di balik meja panjang, mengenakan kerudung putih sederhana. Ruang rapat tampak apa adanya—kursi besi, meja kayu, dinding polos, dan pencahayaan seadanya. Dalam salah satu foto, tampak pimpinan Muslimat NU pusat memimpin sidang di Kota Bogor.

Kesederhanaan ruang itu justru mempertegas besarnya peran kaum perempuan NU. Dari ruang rapat yang jauh dari kata nyaman, para ibu Muslimat merancang gerakan pendidikan, sosial, dan penguatan keluarga Nahdliyin—jejak yang dampaknya terasa hingga hari ini.Foto-foto tersebut berdiri berdampingan dengan dokumentasi kantor PCNU Kota Bogor tempo dulu—sebuah bangunan sederhana yang menjadi saksi lahirnya berbagai gagasan besar NU Kota Bogor.

Banyak pengunjung berhenti cukup lama di depan foto-foto itu. Ada yang menunjuk sambil bercerita, ada yang tersenyum mengenang, ada pula yang terdiam. “Dari tempat sesederhana ini, NU bisa tumbuh dan bertahan sampai seratus tahun,” ujar seorang pengunjung pelan.

Pameran foto ini menjadi bagian penting dari rangkaian puncak Harlah ke-100 NU Kota Bogor yang digelar di Plaza Balai Kota Bogor, Minggu, 1 Februari 2026. Selain pameran foto, rangkaian kegiatan lainnya meliputi tasyakuran, jalan santai berpayung NU, cek kesehatan gratis, serta halaqoh kebangsaan yang membahas peran NU di abad kedua.

Melalui foto-foto yang tak lekang oleh waktu ini, NU Kota Bogor seakan mengingatkan: bahwa perjalanan satu abad bukan tentang kemegahan, melainkan tentang keteguhan menjaga nilai, merawat umat, dan mengabdi pada bangsa.Memasuki abad kedua, NU Kota Bogor melangkah ke depan dengan keyakinan—tetap berpijak pada kesederhanaan para pendahulu, dan membawa semangat khidmah yang diwariskan dari generasi ke generasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *