“TINGKATAN REZEKI MENURUT SYIAKH SYA’RAWI”

“TINGKATAN REZEKI MENURUT SYIAKH SYA’RAWI”

Oleh : Muhammad Hudori

(Sekretaris LD-PCNU Kota Bogor)

الحمد لله وكَفَى والصلاةُ والسلامُ على النبيِ المُصطفَى وعلى آلِهِ وصَحبِهِ مِنْ أَهلِ الصِدقِ والوَفاِْ، أشهد أنْ لا إلهَ إلا الله وأَشْهَدُ أنَّ محمدا عَبْدهُ ورسوله لا نبي بعْدَه، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه ومن ولاه. أما بعد. يا أيها الناس أوصيكم إياي بتقوى الله فقد فاز فوزا عظيما. قال الله تعالى: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقُولُوا قَوْلًا سَدِيْدا يُصْلِحْ لَكم أَعْمَالكم وَيَغْفِرْ لكم ذُنُوبَكُم ومَنْ يُطِعِ اللهَ وَرسُولَهُ فقَدْ فَازَ فوزًا عَظِيمًا.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Selawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan di medias sosial dan media elektornik lainnya terkait dengan naiknya harga-harga bahan bakar yang memicu kepada kenaikan bahan-bahan pokok lainya.

Tentu hal ini akan berdampak kepada perekonomian umat. Banyak yang khawatir akan sulitnya rezeki di saat ekonomi umat morat-marit, hati umat sudah mulai sempit, bak seorang yang terjepit, mulut seolah ingin menjerit. Padahal Allah SWT telah mengatur dan menjamin rezeki para hambanya. Sebagaimana Firman-Nya :

ومَا مِنْ دَابَّةٍ في الأَرضِ إِلا علَى الله رزْقُها…

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan sudah Allah jamin rezekinya…” (Q.S. Hud:6)

Seringkali, saat mendengar kata “rezeki”, pikiran kita langsung tertuju pada uang, harta, dan aset kekayaan. Padahal, pemahaman yang sempit ini sering membuat manusia merasa kurang, cemas, bahkan berputus asa.

Salah seorang ulama besar Mesir, Syaikh Muhammad Mutawally Al-Sha’rawi, memberikan pandangan yang sangat mencerahkan mengenai tingkatan rezeki agar kita lebih bersyukur.

Beliau membagi rezeki ke dalam empat tingkatan utama:

1. Rezeki Tingkat Terendah: Harta BendaSyaikh Syarawi menyebutkan bahwa harta (uang, rumah, kendaraan) adalah tingkatan rezeki yang paling rendah. Mengapa? Karena harta bisa diberikan Allah kepada siapa saja, baik yang beriman maupun yang kafir, baik yang taat maupun yang bermaksiat. Harta hanyalah sarana titipan yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Jangan sampai kita merasa paling dicintai Allah hanya karena harta melimpah, dan jangan merasa dihina Allah hanya karena harta terbatas.

2. Rezeki Tingkat Menengah: Kesehatan dan AfiatKesehatan seringkali baru terasa nilainya saat kita terbaring sakit. Syaikh Syarawi mengingatkan bahwa raga yang sehat dan jiwa yang tenang adalah rezeki yang lebih tinggi nilainya daripada tumpukan emas. Berapa banyak orang kaya yang memiliki segalanya, namun tidak bisa menikmati makanan lezat karena sakit? Maka, kesehatan adalah kenikmatan yang harus disyukuri setiap detik.

3. Rezeki Tingkat Tinggi: Anak-Anak yang SalehAnak yang berbakti, cerdas, dan teguh imannya adalah investasi akhirat. Syaikh Syarawi menegaskan bahwa keturunan yang baik adalah rezeki yang jauh melampaui materi. Anak saleh adalah “aset” yang mendoakan kita saat kita telah tiada, yang akan menjadi syafaat di hadapan Allah SWT.

4. Rezeki Tingkat Tertinggi: Rida dan Kedekatan dengan AllahInilah puncak dari segala rezeki. Syaikh Syarawi menjelaskan bahwa tingkatan tertinggi adalah ketika seorang hamba merasa rida (puas) dengan apa yang Allah tetapkan baginya, memiliki ketenangan hati, dan istikamah dalam ibadah. Orang yang memiliki rezeki ini akan merasa kaya meski tak punya apa-apa, dan merasa tenang meski diterjang badai ujian.

Jamaah yang dimuliakan Allah, Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Melalui pemahaman Syaikh Syarawi ini, marilah kita memperluas cakrawala syukur kita. Jika hari ini uang di dompet tidak banyak, lihatlah anak-anak kita yang sehat. Jika kesehatan sedang diuji, lihatlah iman yang masih tertanam di hati.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur atas segala tingkatan rezeki yang telah Dia anugerahkan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah ke-II

الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ،فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيهااللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًارَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *