LTM NU Kota Bogor Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid, PCNU Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah Aswaja

LTM NU Kota Bogor Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid, PCNU Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah Aswaja

KOTA BOGOR — Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kota Bogor menggelar kegiatan bersih-bersih masjid sebagai upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat dakwah dan syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tingkat akar rumput.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, yang menegaskan bahwa masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang eksistensi para pengurus NU di lingkungan masyarakat.

“Masjid harus menjadi tempat eksistensinya para pengurus NU di akar rumput. Dari masjid inilah pusat dakwah dan syiar Aswaja An-Nahdliyah dapat terus hidup dan berkembang,” ujar Edi Nurokhman.

Ia juga berharap masjid-masjid NU ke depan semakin aktif menjadi pusat kegiatan ke-NU-an bagi ranting-ranting di sekitarnya.

“Kami berharap masjid-masjid ke depannya menjadi tempat eksistensi para ranting di sekitarnya, bisa mewarnai kegiatan-kegiatan ke-NU-an di lingkungan sekitar,” tambahnya

Sementara itu, Ketua LTM NU Kota Bogor, Muhammad Kodariah, menyampaikan bahwa masjid merupakan jantung pertumbuhan NU dan harus mampu menjadi solusi bagi warga NU dari berbagai sektor kehidupan.

“Masjid adalah jantungnya pertumbuhan NU. Harapan kami, masjid bisa menjadi solusi bagi warga NU dari berbagai sektor,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Kodariah memaparkan rencana strategis (Renstra) LTM NU Kota Bogor dalam mengembangkan masjid NU secara berkelanjutan melalui sejumlah program unggulan.

Pertama, dari aspek bangunan, LTM NU mendorong masjid agar ramah lingkungan dan memiliki identitas sebagai masjid NU.

“Kami ingin bangunan masjid ramah lingkungan dan teridentifikasi sebagai masjid NU,” jelasnya.

Kedua, penguatan manajemen DKM agar lebih profesional melalui pelatihan manajemen masjid.“Harapan kami para DKM bisa memanage masjid secara profesional dengan adanya pelatihan-pelatihan manajemen masjid,” katanya.

Ketiga, program WARMAS (Warung Masjid) sebagai upaya membangun ekonomi berbasis kemasjidan yang melibatkan jamaah dan masyarakat sekitar.“Kami mencoba dari garis bawah membangun ekonomi kemasjidan yang melibatkan jamaah masjid dan sekitarnya,” ujarnya.

Keempat, program NGABRING (Ngaji Bari Sharing) sebagai kegiatan internal pengurus untuk memperkuat komunikasi antar masjid NU.“NGABRING menjadi kegiatan untuk mempertajam komunikasi dan membangun sinergi dengan seluruh masjid-masjid NU,” lanjutnya.

Kelima, program SAJADAH, sebagai bentuk kepedulian membantu sesama masjid NU sekaligus mempererat ikatan ruhiyah. “SAJADAH adalah bagian dari kepedulian kita membantu sesama masjid NU agar terjalin emosional yang kuat,” tuturnya.

Keenam, program jangka panjang BANK MASJID yang bertujuan mendukung ekonomi para marbot masjid NU.“Bank Masjid kami rancang sebagai program jangka panjang untuk membantu ekonomi para marbot masjid NU,” pungkasnya.

Kegiatan bersih-bersih masjid ini menjadi salah satu langkah nyata LTM NU Kota Bogor dalam memperkuat masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan jam’iyah NU di tengah masyarakat.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *