Tablig Akbar Sambut Harlah ke-100, PCNU Kota Bogor Perkuat Peran Ulama dalam Mengawal Peradaban Bangsa


BOGOR BARAT — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggelar Tablig Akbar dalam rangka menyambut Harlah Nahdlatul Ulama ke-100 Masehi, yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Tarhib Ramadhan, bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Pasir Kuda, Bogor Barat (25/1/26) Minggu.


Rais Syuriah PBNU Dr KH Muhammad Cholil Nafis menegaskan bahwa NU sejak awal berdiri memiliki peran strategis dalam menjaga akidah umat sekaligus mengawal perjalanan bangsa Indonesia menuju peradaban yang mulia.


“NU itu pejuang kemerdekaan Indonesia. Sejak Komite Hijaz, NU memperjuangkan kebebasan bermazhab, jaminan keselamatan jamaah haji, kebebasan ziarah kubur dan tawasul,” tegas KH Cholil Nafis yang juga Wakil Ketua Umum MUI serta pendiri Pesantren Cendekia Amanah Depok.


Ia menjelaskan, peringatan Harlah NU ke-100 memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim tentang tajdid.


“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini pada setiap kelipatan 100 tahun seorang pembaharu. Maka peringatan 100 tahun NU bukan sekadar seremonial, tetapi mengandung nilai ibadah dan tajdid, yakni memperbarui, bukan menciptakan ajaran baru atau melencengkan risalah,” jelasnya.


Menurutnya, NU berdiri kokoh dalam aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan manhaj Asy’ariyah dan Maturidiyah, yang dirumuskan dan diwariskan oleh para ulama.


“Seratus tahun adalah awal tumbuhnya generasi baru dan berakhirnya generasi pertama. Yang tidak boleh hilang ditelan zaman adalah risalah Aswaja. Kita harus menyambungkan sanad keilmuan, bukan memutusnya,” tambahnya.


Dalam konteks Isra Mi’raj, KH Cholil Nafis juga menegaskan legitimasi amaliyah yang dijaga NU.
“Dalam hadis disebutkan, siapa yang menziarahiku seakan-akan menemuiku. Para nabi hanya berpindah alam. Ini menjadi dasar kuat tradisi keagamaan yang dijaga oleh NU,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa NU bukan hanya organisasi struktural, melainkan gerakan keilmuan dan keumatan yang terus hidup di tengah masyarakat.


“Ber-NU adalah li izzatil Islam wal muslimin, mengikuti ulama pewaris Rasulullah SAW demi kemaslahatan umat dan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tablig Akbar, Ustadz Iyad Sirojuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh elemen NU.


“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari PCNU Kota Bogor, MWCNU, PRNU, Banom dan Lembaga NU, serta DKM Masjid Nurul Hidayah Pasir Kuda. Tujuan utama kita adalah khidmat,” ungkapnya.
Ia mengutip dawuh pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.


“Barang siapa yang mengurus NU, akan aku jadikan santriku dan semoga diberikan husnul khatimah,” katanya.


Rais Syuriah PRNU Pasir Kuda, H Ismatul Hakim, berharap kegiatan ini menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh jamaah.
“Semoga dengan kegiatan ini kita mendapatkan berkah para pendiri NU. Berkumpulnya para ulama, kiai, dan ajengan adalah penuntun umat menuju keridhaan Allah SWT,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum penting bagi jamaah dan warga NU setempat.


“Ini pertama kalinya Masjid Nurul Hidayah menggelar Harlah NU. Semoga NU semakin maju dan memberkahi kami serta seluruh jamaah,” tuturnya.


Tablig Akbar berlangsung khidmat dengan qiraah Al-Qur’an oleh KH Yusuf Ardabili, Pimpinan Pondok Pesantren Asyifa, dan ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Bogor Barat, KH Ubaidillah. Ratusan jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.


Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Bogor menegaskan kembali peran ulama dan Nahdlatul Ulama sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta pengawal keutuhan NKRI menuju peradaban yang bermartabat.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *