
PCNU Kota Bogor Siapkan Surat Teguran bagi Lembaga dan Ranting yang Absen pada Upacara Hari Santri
Kota Bogor – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor akan memberikan surat teguran sekaligus peringatan kepada pengurus lembaga dan ranting yang tidak mengirimkan perwakilan dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kota Bogor, Jum’at (23/10/2026).
Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, mengatakan bahwa meskipun dirinya cukup puas dengan kesuksesan pelaksanaan upacara Hari Santri tahun ini, ketidakhadiran sejumlah pengurus tanpa alasan yang jelas tetap perlu ditindaklanjuti.
Menurutnya, pengurus yang tidak hadir dan tidak mengirimkan satu pun perwakilan perlu memberikan penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran mereka. Hal ini penting karena Hari Santri merupakan momentum istimewa bagi Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pengingat atas perjuangan para ulama dalam membela tanah air.
“Ini Hari Santri, hari istimewanya NU, hari yang diperjuangkan oleh NU untuk menghargai perjuangan pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, dalam membela tanah air. Kalau tidak hadir, mengapa? Adakah uzur yang bisa diterima atau karena malas semata?” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila ketidakhadiran tersebut disebabkan oleh sikap malas atau tidak memiliki alasan yang dapat diterima, pengurus yang bersangkutan perlu mengevaluasi komitmennya dalam berkhidmah di NU.
“Jika ternyata karena malas atau tidak ada alasan yang bisa diterima, maka disarankan untuk mengundurkan diri saja sebagai pengurus NU. Terlebih, sekarang banyak orang berebut ingin menjadi pengurus NU,” tegasnya.
Evaluasi Kepengurusan dan Penegakan DisiplinEdi juga menyatakan bahwa PCNU Kota Bogor tidak segan meninjau ulang surat keputusan (SK) kepengurusan lembaga, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga ranting yang dinilai tidak aktif atau berulang kali mengabaikan arahan organisasi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kedisiplinan dan militansi pengurus NU di semua tingkatan, mulai dari pengurus cabang, MWCNU, hingga ranting.Ia menekankan bahwa jabatan dalam kepengurusan NU harus disertai tanggung jawab dan kontribusi nyata. Setiap pengurus diharapkan tidak sekadar tercantum dalam struktur organisasi, tetapi juga aktif menjalankan amanah dan berpartisipasi dalam kegiatan jam’iyah.
“Tidak ada lagi pengurus hanya numpang jabatan, tetapi tidak melakukan apa pun. Semua pengurus harus punya kontribusi kepada NU, meski hanya sekadar hadir untuk membesarkan dan merayakan harinya NU,” pungkasnya.
Melalui evaluasi tersebut, PCNU Kota Bogor berharap kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat khidmah para pengurus semakin kuat. Partisipasi dalam peringatan Hari Santri juga diharapkan menjadi salah satu wujud nyata kecintaan terhadap NU serta penghargaan atas perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan