
Harlah JATMAN ke-69 di PCNU Kota Bogor, Perkuat Pengamalan Tarekat dan Kepedulian terhadap Alam
Kota Bogor – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-69 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) di Sekretariat PCNU Kota Bogor, Ahad (18/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat pengamalan tarekat, membangun akhlak umat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Mengusung tema “Memasyarakatkan Tarekat, Membangun Ruhani dan Akhlak Umat”, kegiatan ini dihadiri Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman dan Wali Kota Bogor H. Dedie A. Rachim. Doa bersama dipimpin Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Musthofa ABN.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman menyampaikan bahwa keberadaan JATMAN sebagai badan otonom (banom) NU yang berfokus pada pengamalan tarekat merupakan sumber keberkahan bagi jam’iyah dan umat.

Menurutnya, pengamalan thariqah merupakan salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena itu, umat perlu menjaga kemurnian ajaran tarekat dengan berpedoman pada sanad keilmuan yang jelas dan bersambung kepada para ulama.
“Pengamal thariqah merupakan jalan istimewa untuk bertaqarrub ilallah. Kita harus menjaga tarekat yang jelas sanadnya, sesuai dengan tradisi keilmuan ulama NU. JATMAN adalah banom NU yang diwariskan oleh kiai-kiai NU. Mari bersama-sama menjaga warisan para ulama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh umat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Harlah JATMAN ke-69. Ia berharap JATMAN senantiasa membawa keberkahan bagi umat, menghadirkan kedamaian, serta menumbuhkan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selamat Harlah JATMAN ke-69. Semoga senantiasa memberkahi umat, mendamaikan, dan menenteramkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor H. Dedie A. Rachim mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan agar manusia tidak lagi menzalimi alam, melainkan menjaga dan melestarikannya sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan ialah memilah sampah dari lingkungan terkecil.
“Jangan lagi kita menzalimi alam. Menjaga alam bisa dimulai dari lingkungan kecil. Memilah sampah merupakan bagian dari ikhtiar kita sebagai umat Islam yang sangat memperhatikan kesucian dan kebersihan,” tuturnya.
Dedie berharap pesan sederhana tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat diterima dan diterapkan masyarakat sehingga membawa perbaikan nyata. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai daerah serta mulai membangun kebiasaan melestarikan dan menjaga alam.
Ia berharap seluruh ikhtiar dan doa yang dipanjatkan mendapat rida Allah Swt., serta segala urusan masyarakat diberikan kemudahan.
Pada kesempatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Musthofa ABN memimpin doa bersama. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa doa merupakan silahul mukmin, yakni senjata orang beriman.
Ia juga menekankan pentingnya doa dan tawasul kepada para ulama, khususnya ulama ahli thariqah, sebagai bagian dari tradisi spiritual yang diwariskan para aulia. Tradisi tersebut menjadi ikhtiar batin umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk fitnah pada akhir zaman.
Pada saat yang sama Ketua Jatman Kota Bogor KH. Ahmad Tavip Budiman menyatakan peringatan Harlah JATMAN ke-69 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat pengamalan tarekat, membentuk akhlak mulia, menjaga tradisi keilmuan ulama NU, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian alam.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan