October 18, 2026

Dipublikasikan oleh Abdul Mun'im Hasan

Ketua LDNU Kota Bogor: Keteladanan Dakwah KH. Syukron Makmun Harus Dilanjutkan

Kota Bogor – Wafatnya Prof. Dr. KH. Syukron Makmun, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Rahman, meninggalkan duka mendalam bagi dunia dakwah Islam di Indonesia. Sosok ulama yang dikenal tegas dalam prinsip, santun dalam penyampaian, dan piawai menyampaikan pesan-pesan keislaman di atas mimbar itu menjadi teladan bagi para dai dan generasi penerus perjuangan dakwah (18/10/26) Ahad.

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bogor, KH. A. Hamzah Maulana, menyampaikan bahwa kepergian KH. Syukron Makmun merupakan kehilangan besar bagi dunia dakwah. Menurutnya, almarhum merupakan sosok pendakwah paripurna yang memiliki keteguhan prinsip sekaligus kemampuan menyampaikan pesan agama dengan baik.

“Kita kehilangan sosok pendakwah paripurna. Ulama yang lahir di Madura pada 21 Desember 1941 almarhum yang tegas dalam prinsip, santun dalam penyampaian. Beliau adalah Singa Podium sesungguhnya,” ujar KH. A. Hamzah Maulana dalam pernyataan belasungkawanya.

Ia menegaskan, wafatnya seorang ulama tidak berarti berakhirnya pelajaran dan keteladanan yang telah diwariskan. Justru, nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan harus menjadi pengingat bagi para dai untuk terus menghidupkan dakwah Islam yang berlandaskan ilmu, keteguhan, dan akhlak mulia.

“Pelajaran dakwah dari beliau belum selesai, meski beliau telah pergi. PR besar bagi kita, para dai LDNU, untuk melanjutkan keteladanan beliau,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan keagamaan, melainkan juga membutuhkan konsistensi dalam memegang prinsip, kebijaksanaan dalam bertutur, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi para dai Nahdlatul Ulama, warisan perjuangan para ulama perlu diteruskan melalui kegiatan dakwah yang mencerahkan, menyejukkan, dan memberikan manfaat bagi umat. Ketegasan dalam menyampaikan kebenaran harus berjalan seiring dengan kesantunan dan kebijaksanaan dalam menghadapi masyarakat.

Menutup pernyataan belasungkawanya, KH. A. Hamzah Maulana mengajak umat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan