October 10, 2026

KH Dedi Munasih Jadi Rais Syuriyah, Ustadz H. Badri Terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanah Sareal

Dipublikasikan oleh Abdul Mun'im Hasan

KH Dedi Munasih Jadi Rais Syuriyah, Ustadz H. Badri Terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanah Sareal

Kota Bogor – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanah Sareal ke-IX menetapkan KH Dedi Munasih sebagai Rais Syuriyah dan Ustadz H. Badri sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanah Sareal Kota Bogor masa khidmat 2026–2031. Konferensi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sunanurahman, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (10/10/2026).

Konferensi ini dihadiri Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman, Ketua PC Fatayat NU Kota Bogor Dede Siti Amanah, Ketua PC RMI NU Kota Bogor KH Badru Salam, serta perwakilan PC Muslimat NU Kota Bogor, badan otonom, dan lembaga NU lainnya, termasuk GP Ansor dan Banser.

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah MWCNU Tanah Sareal demisioner KH Malik Rahman berharap NU di wilayah Tanah Sareal ke depan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga khidmah agar memperoleh keberkahan dari para muassis Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, keberadaan NU harus memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjaga tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri jam’iyah.Sementara itu, Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman berharap kepengurusan MWCNU Tanah Sareal yang baru dapat memperkuat sinergi dengan badan otonom dan lembaga NU.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih maslahat.Ia berharap kepengurusan yang terpilih mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta terus menebarkan manfaat bagi masyarakat.

KH Dedi Munasih Tekankan Keikhlasan dan Istiqamah

Jalannya persidangan Konfercam ke-IX dipimpin oleh Ustadz Moch. Romli, Ustadz Syahroni, dan Ustadzah Nunung Munawarah.

Dalam proses pemilihan Rais Syuriyah melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), ditetapkan lima anggota, yakni KH Malik Rahman, KH Badru Salam, Ustadz Haerul Saleh, KH Moch. Alwi, dan KH Dedi Munasih.

Melalui mekanisme tersebut, KH Dedi Munasih ditetapkan sebagai Rais Syuriyah terpilih MWCNU Tanah Sareal.Dalam pesannya, KH Dedi Munasih mengajak seluruh pengurus untuk senantiasa menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama.

“Mari kita selalu menjaga keikhlasan dan istiqamah. Kita hidup di NU karena jam’iyah ini memberikan keberkahan kepada kita. Jangan mencari hidup di NU, tetapi mari kita hidupkan NU,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan antarpengurus serta mengajak seluruh jajaran untuk terus merawat tradisi dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.KH Dedi Munasih berharap amanah yang diberikan kepadanya dapat dijalankan dengan lancar, dengan dukungan dan doa dari seluruh warga Nahdliyin.

Ustadz H. Badri Ajak Pengurus Bahu-Membahu

Dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah, sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon meliputi Ustadz H. Badri, Ustadz Abdul Aziz, dan Ustadz Mahmudin. Konferensi kemudian menetapkan Ustadz H. Badri sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanah Sareal masa khidmat 2026–2031.

Usai terpilih, Ustadz H. Badri menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik. Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama, saling mendukung, dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

“Mudah-mudahan kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Mari kita bersama-sama saling bahu-membahu. Kita harus menjaga kebaikan yang telah diwariskan para masyayikh. Semoga kita dapat menjadi santri Mbah Hasyim,” ungkapnya.

Konfercam ke-IX MWCNU Tanah Sareal ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen khidmah dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

#MWCNUTanahSareal #NUKotaBogor #KonfercamIX #NahdlatulUlama #KhidmahNU