August 18, 2026

Peringati HUT RI ke-81 dan Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Bogor Tegaskan Sikap Moderasional dan Kawal Kondusivitas Daerah

Dipublikasikan oleh Abdul Mun'im Hasan

Peringati HUT RI ke-81 dan Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Bogor Tegaskan Sikap Moderasional dan Kawal Kondusivitas Daerah

Kota Bogor — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggelar acara Istigotsah dan Doa Bersama dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 serta menyambut Muktamar NU ke-35 di Aula PCNU Kota Bogor pada Senin (17/8/2026).

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menekankan pentingnya menjaga kehormatan simbol dan lambang negara sebagai wujud rasa cinta tanah air. Beliau menyoroti berbagai dinamika dan peristiwa nasional yang dinilai mencederai lambang negara.

Menurutnya, sikap kritis terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tindakan melecehkan lambang negara adalah hal yang tidak dapat ditoleransi.

“Anda boleh tidak suka dengan pimpinan, tetapi jangan pernah Anda injak-injak atau lecehkan lambang negara, karena Anda akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Edi Nurokhman di hadapan para jamaah dan pengurus yang hadir.

Lebih lanjut, Mas Edi menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama selalu memegang teguh prinsip Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) dan konsisten menjadi pilar moderasi beragama. NU, lanjutnya, tidak pernah mengajarkan pengikutnya untuk membenci pemerintah apalagi melecehkan simbol-simbol negara.

Sinergi Kawal Isu Sosial di Kota BogorSelain isu nasional, PCNU Kota Bogor juga menaruh perhatian serius terhadap berbagai persoalan sosial di tingkat lokal, seperti maraknya isu LGBT dan peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Bogor.

Menanggapi pertanyaan publik terkait sikap PCNU yang tidak memilih jalur demonstrasi, Mas Edi menjelaskan bahwa NU bagaikan “kereta dengan gerbong yang panjang” sehingga selalu mengedepankan pendekatan yang terukur, bijak, dan diplomatis. PCNU Kota Bogor memilih untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor guna memastikan penegakan aturan dan Peraturan Daerah (Perda) berjalan secara komprehensif dan tuntas.

Acara istigotsah dan doa bersama ini turut dihadiri oleh jajaran Rois Syuriah PCNU Kota Bogor, di antaranya KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh (Mbah Toto), KH Fuad Fitrie, KH Adnan Anwar Instruktur PKPNU Pusat (2014-2019), H. Ismatul Hakim, Kepala Kemenag Kota BogorH. Mahmudi Affan Rangkuti, Ketua Lembaga PCNU, Pengurus MWCNU, Banom, Ansor dan Banser serta para tokoh dan warga nahdliyin se-Kota Bogor.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan