
JATMAN Kota Bogor Gelar Istighotsah di PCNU Kota Bogor, Perkokoh Pengamal Tarekat
Kota Bogor — Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kota Bogor menggelar kegiatan istighotsah rutin di Kantor PCNU Kota Bogor, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus NU, badan otonom (banom), lembaga NU, serta unsur Pemerintah Kota Bogor ini bertujuan memperkuat spiritualitas dan ukhuwah warga Nahdliyin.

Acara diawali dengan pengajian Kitab Kifayatul Atqiya yang disampaikan oleh KH Khotimi Bahri selaku Katib Syuriah PCNU Kota Bogor.
Dalam pengajiannya, ia menjelaskan hubungan antara syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.”Syariat adalah perahu, tarekat adalah lautan, hakikat adalah mutiara, dan makrifat adalah mengenal Pemilik mutiara, yaitu Allah SWT,” ungkapnya.

Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menegaskan pentingnya kembali kepada jati diri Nahdliyin yang berjam’iyah sebagai landasan pengabdian di Nahdlatul Ulama.”Acara ini menjadi sarana membersihkan hati agar kita dapat berkhidmat dengan tulus.
Dengan satu garis komando bersama Rais Syuriah, jam’iyah akan bersatu padu menuju NU yang bermartabat,” ujarnya.Sementara itu, Ketua JATMAN Kota Bogor, KH Ahmad Tavip B., menyampaikan bahwa tarekat merupakan jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui bimbingan para ulama.
“Melalui wasilah para ulama, kita dapat lebih dekat kepada Allah Ta’ala. Inti dari tarekat adalah tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa bagi kita sebagai Nahdliyin,” katanya.
Mewakili Pemerintah Kota Bogor, H. Aep Saepulloh membacakan sambutan Wali Kota Bogor. Dalam sambutan tersebut, Pemkot Bogor mengapresiasi peran JATMAN dan PCNU Kota Bogor dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kebersamaan yang terjalin dalam majelis istighotsah ini semakin memperkokoh sinergi antara ulama dan umara,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, H. Ismatul mengenang keterlibatannya di lingkungan NU sejak tahun 1986. Ia menekankan pentingnya menjaga implementasi nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya bangga menjadi bagian dari NU. Tantangannya adalah bagaimana mengimplementasikan konsep Aswaja dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Rais Syuriah PCNU Kota Bogor, KH Mustofa ABN, dalam tausiyahnya menegaskan pentingnya tasawuf dalam kehidupan umat Islam serta menjaga amalan para ulama melalui dzikir dan wirid.
“Saya bangga berada di majelis ini karena kekuatan cahaya yang hadir bersumber dari ketasawufan Islam dan karamah para auliya. Dzikir dan doa merupakan senjata orang beriman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai makna bulan Muharram, termasuk peristiwa syahidnya Sayyidina Husain di Karbala yang menjadi bagian penting dalam sejarah Islam.
Menurutnya, peristiwa tersebut mengajarkan nilai keteguhan dalam mempertahankan kebenaran dan kecintaan kepada keluarga Rasulullah SAW.
Kegiatan istighotsah dipimpin oleh KH Abdurrahman (Kiai Adung) dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abah Toto. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus Muslimat NU, banom, lembaga NU, serta warga Nahdliyin se-Kota Bogor.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan