
Masjid At-Taqwa Balaikota Bogor Jadi Lokasi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW PC Muslimat NU Kota Bogor
Kota Bogor – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Bogor menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa Balaikota Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman, Kabag Kesra Kota Bogor Saefullah, jajaran pengurus Muslimat NU, serta ratusan jamaah Muslimat se-Kota Bogor.Ketua PC Muslimat NU Kota Bogor, Ustadzah Hj. Dini Mirandini, menyampaikan bahwa Muslimat NU terus mengembangkan program pemberdayaan dan edukasi masyarakat.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda.Selain itu, Muslimat NU juga mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui kerja sama dengan koperasi yang berada di lingkungan PCNU Kota Bogor.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Nahdliyin dengan harga yang lebih terjangkau. Ke depan, program pemberdayaan ekonomi tersebut juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) Muslimat NU.
“Alhamdulillah, ibu-ibu sangat bersemangat menggalakkan berbagai kegiatan, khususnya di lingkungan Muslimat NU Kota Bogor,” ujarnya. Ia berharap seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW mendapatkan keberkahan dan syafaat Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bogor Ir. H. Edi Nurokhman mendorong Muslimat NU untuk terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga dalam mengatasi persoalan keumatan.Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama adalah tingginya angka perceraian di Kota Bogor. Karena itu, Muslimat NU sebagai wadah para ibu Nahdliyin diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga.
“Tidak mungkin masyarakatnya bahagia apabila banyak keluarga yang mengalami perpecahan. Membangun masyarakat harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Muslimat sebagai wadah para ibu Nahdliyin harus berperan aktif mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Bogor Saefullah menyampaikan apresiasi atas kiprah Muslimat NU dalam membina masyarakat. Ia menegaskan bahwa para ibu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, dan pendidikan kepada generasi penerus.
Menurutnya, pemerintah juga terus berupaya memberikan perhatian kepada majelis taklim, termasuk para ustadz dan ustadzah yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan keagamaan masyarakat.
“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai positif, ilmu, dan akhlak kepada keluarga. Dengan peran tersebut, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Bogor yang religius, menjaga kerukunan, serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PCNU Kota Bogor, Ustadz Cecep Jamaludin. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan sejumlah ciri ahli surga, yakni memiliki wajah yang berseri-seri, tangan yang dermawan, serta hati yang bersih.
Ia juga mengingatkan pentingnya menuntut ilmu dengan menyampaikan pesan “Kun khamsan wa la takun khamsan” yang salah satunya mengajak umat Islam menjadi pribadi yang berilmu dan tidak hidup dalam kebodohan. Menurutnya, Allah SWT telah menjanjikan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.Selain itu, Ustadz Cecep mengajak jamaah Muslimat NU untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan.
Ia mengibaratkan Muslimat seperti dua tangan yang saling melengkapi dan bekerja sama, bukan seperti dua telinga yang tidak pernah bertemu.Dalam tausiyahnya, ia juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang tangguh, kuat menghadapi ujian, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama.
Lebih lanjut, Ustadz Cecep menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan berbagai keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi-nabi lainnya.
“Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, menyebut nama beliau, serta mengikuti seluruh ajaran dan teladannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.
Para jamaah mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan shalawat, tausiyah, hingga doa bersama sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta ikhtiar memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan