September 10, 2026

MWCNU Bogor Barat Matangkan Persiapan Konfercam di Ponpes Thoyyibah

Dipublikasikan oleh Abdul Mun'im Hasan

MWCNU Bogor Barat Matangkan Persiapan Konfercam di Ponpes Thoyyibah

Kota Bogor – Ketua MWCNU Bogor Barat, Dedy Yusuf, didampingi Rais Syuriyah MWCNU Bogor Barat KH Abdurahman (Kiai Adung), Sekretaris Abdul Mun’im Hasan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Thoyyibah dalam rangka membahas persiapan Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercam) yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.

Konfercam tersebut direncanakan digelar di Pondok Pesantren Thoyyibah, Jalan Batuhulung RT 03 RW 01, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor (10/9/27) Kamis.

Dalam kesempatan itu, Dedy Yusuf menyampaikan kesiapan panitia dan jajaran pengurus MWCNU Bogor Barat untuk menyelenggarakan Konfercam.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik di lingkungan Pondok Pesantren Thoyyibah sebagai bagian dari khidmat NU kepada umat.Pengasuh Pondok Pesantren Thoyyibah, KH Nahrowi, menyambut baik rencana pelaksanaan Konfercam tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus berkhidmat dan berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama kapan pun dibutuhkan.”Untuk NU, kami siap berkhidmat dan memberikan kontribusi terbaik. Insya Allah kami menyambut baik pelaksanaan Konfercam pada Sabtu, 19 September mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, KH Abdurahman atau yang akrab disapa Kiai Adung berharap kepengurusan MWCNU Bogor Barat ke depan dapat melanjutkan berbagai program keumatan yang lebih maslahat dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Menurutnya, pesantren dan NU memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. “Pesantren adalah NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren merupakan cikal bakal dan embrio lahirnya Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Gus Rizal mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus berkhidmat dan menjaga semangat ber-NU secara berkelanjutan. Menurutnya, kepengurusan memiliki batas waktu, namun pengabdian kepada NU harus terus berlanjut sepanjang hayat.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan